APA ITU CYBER BULLYING DAN BAGAIMANA CARA PENANGANANNYA

Apa yang ingin kamu ketahui dari cyber bullying? Kami mengajukan pertanyaan ini kepada orang muda dan menerima ribuan tanggapan dari mereka! 

Kami mengumpulkan semua spesialis dari UNICEF pakar cyberberbulling dan perlindungan anak, serta bekerja sama dengan facebook, instagram, dan twitter untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dan memberikan saran tentang cara untuk menghadapi cyberbullying. Cyberbullying adalah intimidasi yang terjadi pada perangkat digital. Bullying melalui perangkat digital dapat terjadi melalui berbagai platform mulai dari SMS, gingga platform online seperti media sosial, forum, hingga game. Dimana anda dapat melihat, berpartisipasi, atau berbagai konten. Contoh yang paling sederhana adalah pergaulan antara manusia yang sudah berkembang dari pertemuan internasional menjadi pergaulan di dunia maya menggunakan media sosial. Melalui media sosial ini, orang-orang bahkan tidak bertatap muka, cukup hanya bertemu dan berkenalan dengan tulisan-tulisan yang di posting atau melalui foto-foto unggahan. Media sosial dapat mempertemukan jutaan orang yang terpisah di berbagai belahan dunia di dalam satu waadah sekaligus. Hanya saja, sayangnya tidak semua orang menggunakan media sosial itu dengan bijak. 

Tindakan yang termasuk ke dalam cyberbullying adalah seperti mengirim, posting atau membagikan berbagai konten negatif, berbahaya, palsu atau kejam untuk orang lain. Hal ini dapat mencangkup berbagai informasi pribadi seseorang yang dapat menyebabkan rasa malu dan penghinaan. Bulling secara langsung atau tatap muka dan cyberbullying sering kali dapat terjadi bersamaan. Namun cyberbullying meninggalkan jejak digital sebuah rekaman atau catatan yang dapat bergna memberikan bukti ketika membantu menghentikan perilaku salah ini. Keinginan untuk dianggap atau berkuasa dalam lingkungannya juga dapat mendorong seseorang melakukan cyberbullying, karena kemudahan akses internet dapat menjadi jalan untuk menekan pihak lain kapa saja, hanya dengan bermodalkan telepon genggam. 

Tidak ada orang yang mengalami cyberbullying akan lolos tanpa meninggalkan bekas-bekas bullying tersebut pada dirinya. Berikut adalah beberapa dampak atau efek samping dari cyberbullying.

  • Merasa kewalahan

Cyber Bullying yang dilakukan oleh banyak pelaku mungkin membuat korbannya tertekan dan merasa bahwa seluruh dunia mungkin mengetahui tentang kejadian yang menimpanya. Terkadang rasa tertekan ini membuat korban merasa tidak dapat mengatasi situasi tersebut dan merasa kewalahan. 

  • Dipermalukan 

Tujuan para pembully memang untuk membuat korbannya jatuh secara mental demi kesenangan diri mereka sendiri. Korban bullying akan merasa dipermalukan dalam waktu yang lama, bahkan mungkin seumur hidup karena dunia cyber semua materi yang dimasukan dan berkaitan dengan bullying tersebut akan selalu ada dan mengusik sang korban. 

  • Rasa percaya diri menurun

Cyberbullying juga dapat membuat seseorang merasa tidak puas dengan dirinya sendiri dan merasa tidak percaya diri. Hal ini kemudian dapat membuat korban menjadi minder atau bahkan melakukan hal yang dapat melukai dirinya sendiri. Contohnya seperti pada seseorang yang dibully karena memiliki tubuh yang gemuk, orang ini kemudian melakukan diet ketat yang berlebihan dengan pikiran bahwa bullying akan berhenti ketika penampilan fisiknya berubah.

  • Setres dan depresi

Mengalami penghinaan dan tertekan terus menerus akan meningkatkan frekuensi perasaan sedih dan melankolis yang akan mengarah kepada terbentuknya stres dan depresi pada korban cyberbullying. Perasaan bahagia akan sulit dirasakan karena terkikis oleh berbagai kejadian buruk yang dialami. Jika perlu, korban bullying dapat melakukan terapi psikolog untuk depresi agar dapat mengatasinya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *